7 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Merusak Masa Kecil Anak

 7 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Merusak Masa Kecil Anak

Anak-anak hanya bisa menikmati masa kanak-kanaknya sekali saja seumur hidup dan mereka tak akan bisa mengulangnya. Masa kanak-kanak ini menjadi masa yang menakjubkan dan sangat memengaruhi kehidupan mereka kelak. Maka sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk memastikan masa kanak-kanak Si Kecil bahagia.

Namun nyatanya, tak sedikit orang tua yang malah melakukan beberapa tindakan atau kesalahan yang justru merusak masa kecil anaknya, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap masa depan Si Kecil. Nah, apa saja sih, kesalahan-kesalahan tersebut?

1. Memperlakukan anak seperti orang dewasa

Moms, apa Anda berharap Si Kecil yang masih balita bisa duduk manis dan makan dengan tenang saat dibawa ke restoran? Jangan berharap banyak, karena pada dasarnya anak akan berperilaku sesuai usianya. Terlebih otak anak belum berkembang sepenuhnya sehingga ia belum matang secara emosional atau mental. Jadi, tidak masuk akal bila Anda terus memperlakukannya seperti orang dewasa dan berharap ia menuruti semua perkataan atau perintah Anda.

2. Membiarkan anak memiliki jadwal yang padat

"Sehabis sekolah, kakak ada les matematika ya, lalu lanjut main basket sebentar ya, sama papa", "oh ya, jangan lupa PR bahasa Inggrisnya dikerjain ya, nanti mama temenin sampai selesai". Siapa nih, dari Moms yang memiliki anak dengan jadwal belajar super padat?

Kalau begini berarti anak Anda tidak punya waktu luang untuk menikmati masa-masanya sebagai seorang anak. Yang ada ia malah stres karena harus menyelesaikan segala tugas dan melakukan berbagai aktivitas yang sudah dijadwalkan setiap harinya.

Siapa juga dari Anda yang sudah membiarkan anak mengikuti berbagai aktivitas sejak bayi? Meski merangsang pikiran dan tubuh untuk pertumbuhan itu memang baik dilakukan, membiarkan anak memiliki jadwal yang berlebihan bukanlah cara yang bijaksana.

Pasalnya, masa kanak-kanak adalah masa ketika Si Kecil membutuhkan istirahat ekstra seiring dengan pertumbuhan tubuh dan pikirannya. Jadi, tak ada salahnya bila Moms memberikan waktu untuk Si Kecil agar bisa bermain bebas dan membiarkan imajinasinya berkembang.

3. Melakukan kekerasan fisik dan emosional pada anak

Tak berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan emosional pada anak juga akan berdampak buruk buat Si Kecil. Kata-kata yang kurang pantas atau kasar seperti jelek, bodoh, nakal, dan lain sebagainya akan sangat membekas bagi anak Anda, terlebih bila orang tuanya yang mengatakan hal tersebut. Maka, berhati-hatilah dengan kata-kata Anda ya, Moms.

4. Melibatkan anak pada masalah orang dewasa

Moms, jangan sampai anak Anda menanggung beban dari masalah kehidupan Anda, misalnya dengan melibatkan anak dalam perceraian Anda, di mana Anda mungkin mencoba mengadu domba anak Anda dengan pasangan Anda, agar ia memihak Anda. Hal ini justru bisa menyebabkan ketegangan emosional yang besar pada anak yang bisa merusaknya secara emosional.

5. Menekan anak untuk sukses

Setiap orang tua pasti berharap yang terbaik untuk anaknya. Namun, mengharapkan anak untuk menjadi yang terbaik adalah hal yang berbeda. Pasalnya akan selalu ada seseorang yang lebih baik dalam hal apa pun yang dilakukan anak Anda. Jadi biarkan ia melakukan yang terbaik atas keinginannya sendiri. Ingatlah, menekan anak dan memberi dorongan pada anak itu berbeda. Ketahui perbedaan itu agar Anda bisa menjadi penyemangat yang baik untuk anak.

6. Mengisolasi anak dari kehidupan sosial

Moms, jangan biarkan anak hanya berinteraksi dengan orang dewasa saja. Pasalnya, ini bisa merusak kemampuan masa depan anak untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. Anak-anak butuh bersosialisasi dengan anak lainnya dan lingkungan sekitarnya secara teratur untuk mengembangkan perilaku sosial yang baik, sehingga diharapkan ini juga memengaruhi kemampuannya untuk diterima di kehidupan sosialnya kelak.

7. Menjadi teladan atau contoh yang buruk bagi anak

Mau tak mau, sebagai orang tua, anda adalah panutan buat anak, karena anak mencari berbagai model peran untuk membantunya berperilaku di sekolah, dalam suatu hubungan, atau ketika membuat keputusan sulit. Ingat bahwa menjadi panutan berarti menjadi contoh yang bisa memengaruhi orang lain secara positif. Maka, pastikan Moms menjadi contoh yang positif bagi anak karena ia akan selalu memperhatikan Anda. (M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: Freepik)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel