Ibu Menemukan Anaknya Selalu Terlambat Pulang, Setelah Mencari Tahu, Anaknya Memiliki Teman Misterius

 


 Erabaru.net. Anak-anak selalu tertarik pada hal-hal baru yang menarik. Ketika saya masih kecil, jika tidak ada film kartun yang ditayangkan yang menarik, saya tidak ingin pulang lebih awal.

Entah itu saya akan bermain dengan teman baik terlebih dahulu, melihat burung dalam perjalanan pulang, mencium bunga di pinggir jalan, dan menendang kerikil, singkatnya, banyak hal yang menarik bagi seorang anak.

Meskipun ibu saya akan memberitahu saya setiap hari bahwa saya harus pulang untuk makan tepat waktu sepulang sekolah, saya benar-benar tidak bisa melakukannya. Saya suka bersenang-senang di luar.

Berbeda dengan anak-anak zaman sekarang, yang langsung dijemput begitu keluar gerbang sekolah, mereka mungkin bermain ponsel atau bahkan game saat pulang ke rumah.

Nyatanya, saya masih merindukan masa lalu!

Beberapa waktu lalu, ada seorang netizen yang menceritakan tentang anaknya yang masih SD. Karena rumah dan sekolahnya tidak jauh, dia tidak khawatir membiarkan putranya pulang ke rumah sendirian.


Anaknya selalu pulang tepat waktu, tetapi baru-baru ini netizen tersebut menemukan bahwa putranya selalu terlambat pulang. Biasanya hanya membutuhkan beberapa menit menuju rumah, tetapi dia berjalan lebih dari sepuluh menit!

Untuk mengetahui situasinya, netizen itu keluar lebih awal suatu hari dan mengikuti di belakang putra mereka, ingin melihat apa yang membuat putranya pulang terlambat.

“Saya melihat anak saya berjalan seperti biasa, sampai ketika dia hampir sampai rumah, saya melihat ada sesuatu yang keluar dari pinggir jalan. Setelah Mengamati, ternyata itu adalah seekor kucing yang kemudian langsung menghampirinya !” Tulis netizen itu.


Seolah sudah terbiasa, putranya berjongkok perlahan, lalu mulai membelai kucing tersebut!

Netizen akhirnya mengetahui alasan yaitu anaknya memiliki teman baru di jalan ! Pesona anak kucing benar-benar hebat!

Melihat foto anaknya dan kucing bersama-sama sangat indah, netizen tersebut pun sangat senang mengetahui bahwa anaknya adalah anak yang baik dan penyayang.


Faktanya, ketika anak tumbuh bersama kucing, anak akan lebih penyayang dan bertanggung jawab daripada teman sebayanya. Memiliki kucing lebih bermanfaat untuk pertumbuhan pribadi anak.

Bagi sebagian orangtua yang relatif lambat dalam menerima ilmu pengetahuan, mereka menolak anaknya untuk berhubungan dengan kucing, namun pada kenyataannya hal ini hanya akan membuat anak merasa bahwa kucing itu kotor dan berbahaya, sehingga kehilangan simpati terhadap hewan liar, dan kepribadian anak juga hilang.

Kucing liar tidak ingin sendirian, dan sebagai anak-anak juga, kita masih harus berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dan menjelaskannya.


Saya yakin kebanyakan orang akan mengerti. Kemudian beri tahu anak cara menyentuh kucing dengan benar, agar tidak melukai dirinya sendiri, dan pada saat yang sama mereka juga dapat melindungi kucing tersebut! (lidya/yn)


Sumber:ERABARU.NET


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel